BERBAGI
Kegagalan Jordan Henderson Tidak Membuatnya Menyerah Untuk Jadi Eksekutor Penalti Lagi

Jordan Henderson kapten Liverpool yang bermain di Timnas inggris ini telah gagal menghadang David Ospina pada babak 16 besar Piala Dunia beberapa waktu yang lalu, Tetapi kegagalan yang di lakukan oleh Jordan Henderson di selamatkan oleh Jordan Pickford, sehingga Timnas Inggris unggul dengan skor 4-3 lewat adu Penalti dan membuat Inggris lolos ke babak perempat Final.

Selama pertandingan Henderson sangat mengucapkan terimakasih kepada Pickford yang sudah menyelamatkan nyawa Inggris, dan dia Henderson pun sangat menyesali keputusannya yang salah diambilnya.

Daftar Agen Bola Langsung Free Bonus Deposit Rp. 68.000,-

agen bola Bonus deposit 68 ribu

Tetapi Henderson tidak menyerah begitu jika nanti dirinya di minta untuk menjadi eksekutor kembali ia akan melakukan yang terbaik. Untuknya pemain-pemain besar yaitu mereka yang bisa mengatasi kesulitan dan berani melawan tantangan.

Peristiwa tersebut terjadi dimana Henderson yang mengambil sisi kiri kiper waktu menendang bola, tetapi bola itu berada di ketinggian yang tanggung, tak rendah juga kurang tinggi, Sebenarnya arah yang diambilnya saat itu sudah cukup bagus, namun Ospina memang sangat sulit di taklukkan.

“Saya melakukan proses itu  sepertu biasanya yang saya lakukan, yang selalu saya latih,” kata Henderson dikutip dari liverpoolfc.

“Mungkin untuk ketinggian itu ketinggian yang bagus untuk kiper, Namun kekurangan saya mungkin bola itu terlalu gantung harusnya bola itu lebih tinggi atau lebih rendah. Tetapi dalam penalti anda bisa gagal atau kiper lawan bisa membuat penyelamatan hebat. Untungnya rekan setim membantu saya.”

Timnas Inggris yang sekarang masuk ke perempat final ini nantinya akan melawan Timnas Swedia pada hari sabtu (7/7/18) malam WIB. Jika nanti mencapai adu penalti lagi, dan Henderson di minta untuk melakukannya lagi, ia pun tak akan ragu, kecuali jika pelatih Gareth Southgate berpikiran lain.

“Kegagalan yang sudah saya lakukan tidak membuat saya menyerah atau merasa takut untuk menendang penalti di pertandingan lain, Namun mungkin Pelatih Gareth akan berpikiran demikian. Saya siap menendang penalti lagi tetapi itu smua  keputusan ada di tangan pelatih.”

“Saya bisa paham jika nantinya pelatih tidak memilih saya dan akan memilih pemain lain,” tutupnya.

Pada pertandingan nanti, ini merupakan ujian untuk Inggris melawan Swedia, Karna Swedia dikenal sangat tangguh sampai di juluki dengan Kuda Hitam yang mampu bertahan dan bisa menyerang lawan dengan kompak.